Dalam menentukan desain arsitektur, Anda perlu mempelajari karakteristik gaya bangunan, tata letak, kondisi lingkungan, dan kesesuaiannya dengan nilai-nilai yang dipegang.
Menentukan gaya atau desain arsitektur tak hanya terfokus pada nilai estetika, tetapi juga kepribadian penghuni yang menempati bangunan. Oleh sebab itu, Anda harus mempelajari dan memperhatikan aspek masing-masing desain sebelum memilihnya. Dengan begitu, gaya yang diaplikasikan pada rumah atau gedung nyaman sekaligus bermakna.

Jenis-jenis desain arsitektur
Seperti yang disebutkan, mengenali gaya arsitektur membantu menentukan tipe yang tepat. Anda yang belum berpengalaman dapat menggunakan jasa desain arsitek untuk menjelaskan masing-masing jenisnya. Adapun beberapa gaya populer yang kerap direkomendasikan untuk merancang bangunan mencakup:
Modern minimalis
Anda pasti sudah sering mendengar gaya arsitektur yang satu ini. Modern minimalis, sesuai namanya, menonjolkan kesederhanaan dalam desain. Penerapannya pun lebih sering dijumpai pada rumah atau gedung yang dibangun di lahan dengan luas yang terbatas.
Oleh sebab itu, sejumlah arsitek rumah minimalis modern menggunakan garis terbuka untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruangan. Selain itu, warna-warna netral seperti putih, abu-abu, dan krem lebih diprioritaskan untuk memberikan kesan luas.
Klasik elegan
Berikutnya ada klasik elegan yang ditujukan bagi Anda yang menyukai kesan anggun sekaligus mewah. Dalam hal ini, arsitek yang menanganinya bakal memainkan kombinasi warna yang tampak harmonis dengan ornamen mendetail untuk memberikan sentuhan megah.
Anda bisa menambahkan lampu gantung serta perabot antik untuk menciptakan kesan dekoratif. Kemudian, detail-detail kecil serta dekorasi menonjol menjadi perhatian utama yang akan diberikan arsitek interior dalam penanganan gaya arsitektur ini.
Industrial
Berbeda dari modern minimalis yang clean serta rapi, industrial menonjolkan kesan unfinished dengan elemen bata dan metal sebagai material utama. Konsep arsitektur yang terinspirasi pabrik industri di abad ke-19 tersebut membiarkan beberapa bagian bangunan tanpa polesan.
Kendati demikian, industrial memberikan keunikan yang membuatnya menjadi opsi alternatif minimalis maupun klasik. Anda pun dapat mengaplikasikannya untuk tempat usaha seperti kafe dan restoran serta rumah desain industrial dengan open space.
Art deco
Kali pertama populer satu abad lalu di Eropa, art deco menjadi gaya arsitektur lainnya yang memberikan pesona tersendiri pada bangunan. Ciri khas yang mudah Anda kenali dari konsep ini adalah permainan bentuk geometri dari segi pola atau motifnya.
Bangunan-bangunan yang memakai gaya art deco pun umumnya menggunakan atap dengan permukaan datar atau menyerupai menara. Sementara jenis material yang digunakan mencakup semen, beton, serta bebatuan yang dihaluskan.

Menentukan desain arsitektur yang tepat
Setelah mengetahui jenis-jenisnya, apalagi aspek yang sebaiknya Anda perhatikan untuk menemukan desain arsitektur rumah atau gedung yang tepat? Berikut adalah poin-poin yang patut dipertimbangkan agar konsep yang digunakan memberikan hasil sesuai ekspektasi.
Identifikasikan nilai-nilai Anda
Gaya arsitektur mencerminkan kepribadian pemiliknya. Jika masih kesulitan mencocokannya, identifikasikan dulu nilai-nilai atau prinsip Anda saat memilih konsepnya. Pegangan tersebut yang lantas memudahkan Anda menciptakan desain yang tak melenceng dari kepribadian, gaya hidup, maupun preferensi pribadi lainnya.
Dalam desain arsitektur, nilai-nilai yang dimaksud bisa berkaitan dengan estetika, fungsi, hingga lingkungan sekitar. Sebagai contoh, Anda yang ingin menjaga keberlanjutan barangkali menyukai gaya arsitektur rumah lingkungan.
Ketahui kondisi lingkungan sekitar
Kondisi di sekitar bangunan kenyataannya berdampak pada gaya arsitektur yang akan Anda pilih. Cuaca, topografi, serta karakteristik alam dapat mempengaruhi ketahanan material yang digunakan hingga detail seperti jenis cat dan pengaturan sumber cahaya. Di sinilah peran ahli diperlukan untuk mengidentifikasikan kondisi lingkungan.
Beberapa hal yang dapat Anda cek saat survei kondisi lingkungan mencakup tipe tanah, potensi banjir, hingga daya serap air selama musim hujan. Nantinya, arsitek desain rumah akan mencarikan konsep yang tak hanya memuaskan secara visual, tetapi juga kenyamanan menempatinya.
Perhatikan tata letak beserta fungsinya
Selepas melakukan riset lingkungan, Anda dapat meneruskannya dengan memperhatikan tata letak (layout) beserta fungsi di masing-masing ruangan. Untuk rumah minimalis, misalnya, apakah ada bagian rumah yang bisa disatukan fungsinya? Kemudian, pastikan privasi setiap penghuni terjaga agar mereka tetap nyaman beraktivitas.
Tata letak serta fungsi menjadi salah dua aspek yang menunjang efisiensi pemakaian ruang. Cek juga sirkulasi udara dari pemasangan ventilasi dan sumber pencahayaan alami yang akan membantu Anda menghemat pengeluaran listrik.
Sesuaikan dengan bujet dan durasi pengerjaan
Ketika memakai jasa desain bangunan, Anda tentunya harus menyediakan bujet yang sesuai. Apalagi kalau Anda turut mengkonsultasikan konsep arsitektur untuk rumah atau gedung yang hendak dibangun. Sebaiknya, diskusikan topik-topik ini sejak awal supaya kedua belah pihak menemukan kesepakatan sebelum menandatangani perjanjian.
Durasi pengerjaan adalah aspek selanjutnya yang perlu Anda pantau. Lamanya pengerjaan tak hanya berpengaruh pada anggaran, tetapi juga ketersediaan material bangunan, akses transportasi, dan kenyamanan orang-orang di sekitar.
Pertimbangan kelebihan dan kekurangan
Apa Anda sudah menemukan gaya arsitektur yang tepat beserta perkiraan bujetnya? Sebelum mengambil keputusan akhir, pertimbangkan masing-masing kelebihan dan kekurangan dari setiap konsep. Hal ini bisa dilakukan secara mandiri saat riset desain ruangan online, tetapi keberadaan ahli lebih disarankan dalam keterlibatannya untuk pemula.
Kelebihan konsep arsitektur memungkinkan Anda mengoptimalkan fungsi supaya tampilan pada bangunan tahan lama. Sementara kekurangan dapat menjadi pegangan untuk menyiapkan solusi-solusi dari potensi masalah dan pencegahan lainnya.

Cek sustainabilitas serta pemeliharaan
Sustainabilitas serta pemeliharaan menjadi dua faktor yang kadang dilupakan saat memilih gaya arsitektur. Keduanya padahal memungkinkan Anda meningkatkan kesadaran terhadap lingkungan, khususnya saat memilih desain hemat energi. Pemeliharaan yang diterapkan pun bakal lebih terjangkau berkat pemakaian material yang tepat.
Untuk itu, arsitek rumah minimalis maupun jenis desain lainnya akan meninjau konsep yang digunakan. Arsitek yang berpengalaman tentunya bakal memastikan desain tersebut mempunyai kemampuan beradaptasi terhadap perubahan lingkungan maupun cuaca dalam jangka panjang.
Komunikasi yang baik dengan penyedia jasa
Ketepatan memilih gaya arsitektur terletak juga pada kelancaran komunikasi antara arsitek yang berperan sebagai penyedia jasa dengan Anda sebagai klien. Pihak yang profesional seperti Layout.co.id akan langsung menyediakan kontak yang memudahkan klien-kliennya mengontak mereka. Entah melalui nomor telepon, email, aplikasi perpesanan, maupun alamat kantor.
Selain itu, mereka juga bakal menawarkan konsultasi sebelum klien mengambil keputusan akhir. Manfaatkan kesempatan tersebut saat Anda tertarik merancang ruangan rumah minimalis maupun konsep arsitektur lainnya untuk mendapatkan tampilan dan kenyamanan yang maksimal.

Dari penjelasan diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa penentuan konsep arsitektur perlu mempertimbangkan banyak aspek. Dari karakteristik desain, nilai-nilai yang Anda pegang, besaran anggaran, sampai kondisi lingkungan. Faktor-faktor ini pula yang membuat pembangunan rumah hingga gedung bertingkat memerlukan proses yang lama.
Semoga setelah menyimak informasi ini juga Anda lebih hati-hati mempertimbangkan desain arsitektur. Andalkan ahli yang mempunyai jam terbang tinggi untuk mendapatkan panduan terbaik untuk hasil yang tak mengecewakan.