Interior rumah bergaya tropis perlu memperhatikan pemanfaatan ruang, penyatuan area outdoor dan indoor, kombinasi material, dan kelancaran sirkulasi udara.
Interior rumah bergaya tropis menjadi salah satu konsep yang direkomendasikan bagi para pemilik hunian di negara-negara khatulistiwa, termasuk Indonesia. Sirkulasi udara dan sumber pencahayaan alami, pemakaian material kayu hingga bebatuan, serta dekorasi tanaman menjadi ciri khas yang dapat Anda kenali dari desain ini.

Tips mendesain interior rumah tropis
Walau elemen-elemennya familier, rumah bernuansa tropis tetap memerlukan perhatian sejak di tahap pengembangan. Oleh karena itu, Anda yang berencana menggunakan desain interior ini ada baiknya memahami:
1. Pemanfaatan ruang yang optimal
Apakah rumah yang Anda bangun mempunyai lahan terbatas? Jangan cemas, ada beberapa trik yang dapat diaplikasikan untuk mengoptimalkan pemanfaatan ruangan. Misalnya menjadikan area di bawah tangga sebagai tempat memasang panel televisi sekaligus bench untuk duduk.
Kemudian, pakai area luas di dalam rumah sebagai ruang keluarga, dapur, serta ruang makan. Gunakan perabot berbahan kayu yang dipadukan dengan marmer untuk menyeimbangkan kesan homey sekaligus modern pada hunian tersebut.
2. Satukan area indoor dengan outdoor
Langkah selanjutnya yang dapat Anda lakukan adalah menyatukan area outdoor dengan indoor. Caranya dengan menjadikan pintu kaca geser sebagai sekat di antara kedua area tersebut. Selain melancarkan sirkulasi udara, jenis pintu ini memberikan pencahayaan alami yang melimpah.
Untuk interior rumah nuansa tropis, penyatuan area ini sebaiknya dilakukan di bagian belakang bangunan yang menghadap taman. Sebelumnya, perhatikan desain atap di area teras serta saluran pembuangan air untuk mencegah timbulnya genangan di koridor.
3. Kombinasikan kayu dan bebatuan alam
Seperti yang disebutkan, kayu, dan bebatuan alam menjadi salah dua elemen yang dapat Anda gunakan untuk menguatkan nuansa tropis di dalam rumah. Meski demikian, kombinasi keduanya perlu dilakukan secara cermat untuk meningkatkan nilai estetika hunian.
Sebagai contoh, bebatuan alam bisa Anda jadikan sebagai pelapis dinding atau hiasan di sekitar panel televisi. Sementara kayu lebih difokuskan pada furnitur. Tambahkan dekorasi atau pelengkap seperti anyaman rotan dan karpet yang akan menghangatkan ruangan.
4. Pakai void untuk lancarkan sirkulasi udara
Warna hitam rupanya dapat Anda manfaatkan untuk menjaga sirkulasi udara supaya tetap lancar. Pemasangan jendela besar, exhaust fan, rooster, hingga menciptakan void menjadi beberapa metode yang dapat diaplikasikan untuk mewujudkannya.
Dalam penerapan void, area di antara lantai satu dan dua adalah wilayah yang direkomendasikan. Instalasi ini juga memungkinkan Anda menyeimbangkan tingkat kelembapan di bagian dalam rumah. Tegaskan penampilan dengan kayu, batu, dan semen.

Demikian tips yang dapat membantu Anda mempercantik interior rumah bergaya tropis. Jika memerlukan bantuan, diskusikan bersama ahli desain interior hingga supplier material bangunan untuk memastikan setiap langkah yang diambil memberikan hasil memuaskan.